Pagoda tertinggi di Indonesia itu ada di Taman Alam Lumbini. Tingginya, sekitar 46.8 meter dan kini jadi magnet baru bagi wisatawan di Tanah Karo.
Replika Pagoda Shwedagon Myanmar yang kini jadi magnet wisata di Taman Alam Lumbini. FOTO:Antara/IrsanMulyadi
Sejatinya, replika Pagoda Shwedagon di Myanmar yang kini ada di Taman Alam Lumbini itu berfungsi sebagai tempat ibadah. Berdiri sejak 2010, kini pagoda itu juga makin ramai dikunjungi publik untuk wisata. Di dalam pagoda, terdapat 30 rupang Arahat, 2.958 rupang Buddha serta 108 relik suci. Hampir semuanya dibawa langsung dari Myanmar. Untuk melihat-lihat koleksi istimewa ini, pengunjung boleh masuk tapi dilarang memotret dengan menggunakan blitz. Selain itu, pengunjung harus masuk bertelanjang kaki. Tersedia kantong plastik untuk membungkus alas kaki.
Jika sedang ada persiapan perayaan ibadah, pagoda tertutup untuk umum. Tapi masih bisa kok foto-foto narsis di sekitar pagoda. Apalagi warna keemasan pagoda ini memang cantik berpadu dengan birunya langit. Kontras! Selain itu, tersedia taman asri lengkap dengan jembatan gantung. Cocok untuk jalan-jalan rileks, menikmati udara segar di daerah sejuk ini. Ada banyak pohon langka, serta ada beberapa fasilitas alat kebugaran. Plus, wahana rekreasi anak-anak.
Transportasi ke Taman Alam Lumbini
Dari Medan, Taman Alam Lumbini dapat dicapai jika kamu ambil arah menuju Kabanjahe. Apabila tak bawa kendaraan pribadi, naik saja angkutan umum yang banyak ‘ngetem’ di Simpang Pos, Medan. Pilih mobil elf yang biasa digunakan warga lokal menuju Terminal Kabanjahe, lengkap dengan alunan musik dan lagu khas Medan yang akan menemani perjalanan berkelok-kelok. Ongkosnya, sekitar Rp10.000, waktu perjalanan sekitar 1,5 -2 jam.
Supir dan kondektur elf di Simpang Pos, umumnya lebih mengenal ‘pagoda’ ketimbang Taman Alam Lumbini. Kalau kamu bilang akan ke ‘Pagoda’, mereka akan menurunkan kamu di Simpang Tugu Jeruk (pertigaan dengan patung batang pohon dan tiga jeruk diatasnya). Dari situ, kamu bisa jalan kaki sekitar 15-20 menit, atau naik angkot. Jalan kaki pun sehat, sebab udara segar dan kamu bisa lihat perkebunan kubis dan stroberi di kanan kiri.
Menikmati tenangnya suasana Taman Alam Lumbini, idealnya dilakukan di pagi hari. Setelah itu, kamu bisa balik ke Medan, atau lanjut ke destinasi wisata di Tanah Karo lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar