Tanpa memasang harapan terlalu tinggi -mengingat sejumlah kisah tragis di sejumlah kebun binatang di Indonesia- acara ke Gembira Loka pagi itu semata untuk mengenalkan si bocah dengan hewan selain kucing dan anjing yang biasa ia lihat di rumah. Perjalanan dari Malioboro menuju Gembira Loka tak lebih dari 20 menit menggunakan motor.
Saat tiba di pagi hari, sekitar pukul 09.00 WIB, Kebun Binatang Gembira Loka masih sepi. Datang saat libur lebaran, kami dikenai harga khusus. Rp25 ribu per orang dewasa. Si batita yang kami ajak, bisa melenggang masuk gratis. Jika berkunjung pada Senin-Sabtu, harga tiket Rp15 ribu per orang. Sedangkan Minggu dan hari libur nasional harga tiket menjadi Rp20.000 per orang, termasuk peta kebun binatang.
Bagian depan kebun binatang ini tampak menjanjikan. Bersih, rapi dan terlihat terawat. Tapi hati masih skeptis meski langkah kaki makin terasa bersemangat menjelajah kebun binatang seluas 20 hektar tersebut.
Taring
Suami saya yang bobot badannya terus nambah setelah berkeluarga, tampak happy ketika menemukan mobil odong-odong berbentuk kereta, disebut taring -alat transportasi keliling. Dengan semangat ia beli tiket terusan, Rp20 ribu per orang. Belakangan, saya merasa tiket terusan ini banyak menghemat tenaga untuk mengelilingi Gembira Loka. Baca Asyiknya keliling Gembira Loka Yogyakarta bermodalkan taring. Tentu saja, berjalan dibawah naungan pohon rindang pun asyik luar biasa. Apalagi buat yang pacaran. Semakin pelan, semakin asoy kan?Hewan Tunggang
Ada gajah dan unta yang bisa ditunggangi. Tiketnya, Rp10 ribu per kepala. Anak dibawah 3 tahun, tetap gratis.Gajah yang dijadikan hewan tunggang ialah Gajah Sumatera. Pagi itu, kami menunggangi Adi, gajah jantan berbobot lima ton yang melangkah santai sambil ngemil batang tebu. Jika hari sudah siang dan kebun binatang semakin ramai, maka Adi tak bertugas sendiri. “Masih ada dua lagi. Nanti keluar kalau sudah ramai,” kata Agus, petugas yang duduk paling depan. Satu gajah bisa mengangkut 3 penumpang dewasa termasuk si pawang yang duduk di bagian depan.
Si bocah tertawa-tawa senang dari atas gajah. Mudah-mudahan ia selalu ingat: bahwa tak adil bagi gajah jika hutan habis ditebang demi perluasan ladang sawit yang berujung pada gerenasi manusia penabung kolesterol jahat.
Atraksi dari unta punuk satu ini bisa jadi pilihan di Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta. (FOTO: Sica Harum)
Bird Park
Buat saya pribadi, wahana ini lah mahkota Gembira Loka. Baru dibuka awal Agustus, bird park ini tampil istimewa. Koleksi burung-burung nya lumayan menggambarkan keriaan negara tropis. Merak yang angkuh pun menghuni lokasi ini, selain menempati lahan kecil di tengah danau buatan bersama soang-soang yang berisik. Koleksi lain, nuri kepala hitam. Jika tiba di waktu makan, kita bisa mengulurkan pakan yang akan mengundang paruh-paruh kecil nan rakus. Si bocah pasti takjub!Baca lebih jauh tentang Bird Park Gembira Loka pada artikel Ini dia warga cantik penghuni wahana baru Gembira Loka.
Saat
makan tiba! Petugas Bird Park Gembira Loka Yogyakarta akan mengizinkan
pengunjung memberi makan kepada burung-burung nuri. (FOTO: Sica Harum)
Hewan Latih
Tontonan binatang merupakan jenis hiburan klasik di semua kebun binatang di dunia. Singa laut, beruang madu, orang utan hingga hamster menjadi bintang panggung. Siang itu, kami sempat menonton Soimah, si beruang madu yang lincah naik sepeda dan berjoget riang. Saya pribadi lebih suka melihat beruang madu itu tak pandai main sepeda. Namun, atraksi ini mengundang perhatian pengunjung. Teater terbuka selalu penuh dengan orang dewasa dan anak-anak.Atraksi Air
Tepat di tengah kebun binatang, ada danau buatan. Mau main speed boat, bisa. Mau basah-basahan main banana orca -semacam banana boat-, silahkan saja. Mau duduk-duduk cantik keliling danau menggunakanPerahu Katamaran, seru juga. Sembari menikmati angin sepoi-sepoi dan segarnya udara sekitar danau.Pilihan lain, genjot sepeda air. Ada bebek-bebek yang bisa digenjot, tiketnya Rp15 ribu per kapal, bisa muat dua orang dewasa dan satu bocah. Lumayan pegal meski cuma bisa keliling satu kali putaran, sekitar 20 menit genjot santai mendekati pulau mungil yang dihuni merak dan soang. Lama kami menanti, si merak tak juga pamer. Ekor panjangnya yang mengingatkan pada ekor gaun pengantin tetap kuncup sampai operator sepeda air memanggil kami kembali.
Kasi makan rusa -kijang
Demi kesehatan binatang, ada larangan keras untuk memberi makan dalam bentuk apapun ke semua hewan penghuni Gembira Loka. Kecuali di kandang rusa dan kijang. Tersedia pakan, berupa kangkung. Jika mau, beli saja satu ikat kangkung. Masukkan uang Rp1.000 ke kotaknya lalu mulailah memberi pakan. Anak-anak suka melakukan ini.Feeding Time
Pernahkah terbayang seekor unggas yang diumpankan kepada ular? Ia meronta, tahu hidupnya tak lagi lama. Lalu dalam sekejap, hap! Hanya terlihat kaki si unggas dari mulut ular. Sudah. Penonton bertepuk tangan. Ada yang suka, ada yang menggerutu, ada yang pergi begitu saja saat acara berjalan setengah jalan. Saya, termasuk yang ketiga. Betul, hukum alam memang ada, seperti rantai makanan yang memang nyata. Namun saya memang tak pernah suka atraksi sejenis ini: pemberian pakan hidup kepada pemangsa. Bikin ngilu!Atraksi pemberian makan -baik pakan ataupun umpan hidup- selalu menjadi atraksi yang menarik perhatian pengunjung. Di Gembira Loka, setidaknya ada 4 acara feeding time di hari biasa: ular, simpanse, ikan air tawar yang besar arapaima serta burung pecuk-padi hitam. Saat hari libur, bisa lihat acara makan harimau. Siap-siap saja sekitar jam 10.00 -11.00 WIB. Simpanse sangat berisik ketika acara makan tiba. Aa aa uu uu aaa aa uuu uuu aaa uu…
Foto bareng
Ingin foto bersama Ular Boa yang melingkari tubuh? Atau sekadar santai berpose bareng iguana dan kura-kura? Silahkan saja. Enggak usah khawatir, semua binatang sudah jinak dan ditemani pawang masing-masing. Buat bocah pun aman saja. Untuk berfoto bersama ular, ongkosnya Rp15.000 dan foto langsung dicetak. Foto bareng Iguana, gratis. Tapi masukkan uang tip sepantasnya di kotak-kotak yang tersedia.Piknik
Secara keseluruhan, kondisi kebun binatang ini cukup nyaman. Koleksi binatang, lumayan. Kecuali jerapah yang memang sudah wafat dan sejak 3 tahun lalu Gembira Loka belum punya jerapah baru. Masalah kebersihan pun tergolong oke. Banyak tempat sampah dan toiletnya pun cukup resik. Hanya saja larangan dilarang merokok kerap dianggap angin lalu. Kalau sudah begini, tegur langsung saja. Atau jika lihat petugas, beri tahu agar ia yang mengingatkan si pengunjung nakal.Buat perokok yang tak bisa bertahan seharian, sebetulnya bisa saja merokok di kafe di danau buatan, dengan setting kapal besar Mayang Tirta. Sekalian makan siang. Yang ditawarkan disana mulai dari siomay hingga ayam kremes. Harga relatif terjangkau. Seporsi nasi putih hangat dan ayam goreng plus lalapan serta sambal, dijual Rp17 ribu. Jus buah mulai dari Rp8000. Pilihan lain, food court tak jauh dari Bird Park. Mau lebih hemat? Bawa bekal saja dari rumah, termasuk siap-siap tikar untuk piknik. Lokasi di sekitar halte 4, tepat di pelataran Mayang Tirta tergolong ideal sebagai lokasi piknik. Cukup bersih, dekat dengan danau buatan, agak jauh dari kandang-kandang hewan serta dinaungi pohon yang rindang.
Hunting Foto
Binatang-binatang penghuni Gembira Loka ialah model-model sempurna untuk bidikan kamera. Orang utan yang berkandang di bagian depan, tampak sudah kerap berpose. Unta yang selalu terlihat mengunyah ataupun burung-burung cantik penghuni bird park siap memuaskan hobi jeprat jepret. Mimik muka mereka selalu menarik untuk diabadikan. Bahkan harimau putih yang terdiam ataupun kuda nil yang cuma berjemur ber jam-jam pun, menantang untuk diabadikan. Siap-siap bawa baterai cadangan, ya!
Selamat bersuka ria di Gembira Loka!
wah saya sudah dua kali ke yogyakarta gak pernah sempat main kesana. Semoga ntar saya bisa main kekebun binatangnya, biasanya saya suka liat-liat pemandangan pemukimannuya aja.
BalasHapus