Blogger templates

Social Icons

Selasa, 27 Agustus 2013

Angkringan KR, enak di perut enteng di kantong

Yuk, main tebak-tebakan. Kemana kira-kira anak kos di Kota Pelajar Yogyakarta mencari penyelamat perut pas tanggal tua? Saya kasih clue ya, makanan dan minumannya disusun di atas gerobak dan dipayungi tenda. Yep, angkringan namanya …
Anak-anak kos merakyat di Angkringan KR semalam suntuk. Foto: kuliner.panduanwisata.com
Angkringan adalah tempat nongkrong favorit anak-anak kos berdompet cekak. Gak ada tempat yang harganya lebih bersahabat daripada angkringan. Saya sebagai mahasiswa yang sudah tahunan kuliah di Jogja tentu tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bercerita tentang Angkringan Kedaulatan Rakyat alias Angkringan KR.
Itung-itung bisa ikut melestarikan budaya ‘mangan ora mangan, sing penting ngumpul‘ yang kental di Jogja.
Angkringan KR berlokasi di halaman depan Kantor Redaksi Harian Kedaulatan Rakyat di Jalan Mangkubumi, tak jauh dari Tugu YogyakartaMenu yang ditawarkan antara lain nasi kucing, nasi kikil, nasi oseng tempe, sego sambel, nasi sambel teri, nasi usus goreng, nasi langgi, dan nasi rica ayam. Masing-masing dibanderol Rp 1.000 -Rp 5.000 saja, pemirsa. Bayangin, murah banget kan!
Kalo doyan sate, Angkringan KR juga punya berbagai model sate. Mulai dari sate telur puyuh, sate usus, sampai sate bakso. Gorengan, krupuk, dan kue juga ada. Dan, supaya tambah afdol acara makan bisa ditutup dengan segelas es susu tape ijo. Murah, nyaman, dan sederhana, itu tiga hal yang bisa menyimpulkan kesan saya tentang angkringan yang satu ini.
1
Cita rasa nasi bungkus yang harganya kurang dari Rp 10.000. Foto: kaskus.co.id
Di angkringan, pengunjungnya tak mengenal status sosial. Kaya-miskin sama saja, mau nyuap nasi pakai tangan atau sambil lipat kaki sah-sah saja. Tidak ada yang terganggu. 
Angkringan KR tidak pernah sepi pengunjung. Tempatnya populer banget. Pelanggannya juga variatif, ada tukang becak, kuli bangunan, mahasiswa, pengusaha, dan pejabat. Semuanya tumplek blek menikmati hidangan murah meriah. Ada yang makan sambil ngobrol dengan keluarga atau teman, ada pula yang memang ngalor-ngidul sampai larut malam untuk menikmati suasana Jogja.
Pak Jabrik, pemilik angkringan, tampak nyaman-nyaman saja menempati lokasi dagang yang strategis tersebut. Ia dan usaha kuliner self-service tersebut cukup berhasil memenuhi syarat ruang usaha 4P, yakni product, price, place, and promotion. Berkat usahanya, anak-anak kos di Jogja gak perlu khawatir menyongsong tanggal tua. Selalu ada ‘ganjal perut’ yang enteng di kantong di Angkringan KR.
Liburan ke Kota Pelajar gak mampir Angkringan KR? Wah, itu sih sama aja ngaku kalau kamu belum benar-benar mengeksplor Jogja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar