Pulau Weh, Kota Sabang, termashur akan satu hal – laut biru yang dinaungi pepohonan hijau dan rimbun. Rasanya, waktu berhenti sejenak saat saya rebah di pasir putihnya yang lembut. Angin bertiup semilir, mendinginkan wajah.
Untuk sampai di pulau terbarat Indonesia tersebut, saya menumpang kapal feri yang berangkat dari Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh. Jadwal keberangkatan kapal mudah berubah, bahkan bisa dibatalkan jika cuaca di laut kurang bersahabat. Ada baiknya memastikan jadwal keberangkatan kapal feri jauh-jauh hari.
Berlayar antara Banda Aceh dan Pelabuhan Balohan, Sabang, makan waktu 45 menit. Nah, sepanjang perjalanan dilarang mengedipkan mata. Kenapa? Sebab, kamu akan melewatkan panorama indah. Laut dalam yang kebiruan itu tampak berkilau ditimpa cahaya matahari. Dan, segera setelah merapat di Pulau Weh, Kota Sabang, bersiaplah menemukan surga.
Menjelajah Pulau Weh bisa dilakukan dengan mobil sewaan. Saya menyewa mobil dari Dinas Pariwisata setempat dengan tarif Rp 300-500 ribu. Supaya lebih irit, mending patungan dengan wisatawan lain yang tujuannya searah.
Ada banyak pantai yang indah di Pulau Weh, salah satu yang terbaik adalah Pantai Gapang di Jalan Sabang-Iboih kilometer 21.
Saat saya memasuki kawasan pantai tersebut, sengatan matahari segera meredup. Ini berkat pepohonan rimbun yang memayungi Pantai Gapang. Kalau kamu termasuk penggila snorkeling atau suka menyelam, Gapang juga lokasi jempolan. Ia termasuk salah satu spot selam terbaik di dunia. Terumbu karang cantik yang dihuni ribuan ikan mengisi perairannya.
Buat yang belum rela meninggalkan kepingan surga bernama Pantai Gapang, berkeliling saja untuk mencari penginapan murah. Beberapa kamar bahkan sangat dekat dengan pantai, sehingga keindahan Pantai Gapang akan menyapa lewat beranda kamar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar