Blogger templates

Social Icons

Jumat, 20 September 2013

Bertamu ke Pulau Sempu


Setelah asyik bermain air di Coban Rondo dan Kaliwatu, di hari kedua saya kembali berbasah-basahan di surga tersembunyi Pulau Sempu, Malang, Jawa Timur. Yup, Segara Anakan!
Siapkan tenaga untuk trekking 2-3 jam menuju surga tersembunyi di tengah Pulau Sempu. (FOTO: Citra Putri)Siapkan tenaga untuk trekking 2-3 jam menuju surga tersembunyi di tengah Pulau Sempu. (FOTO: Citra Putri)
Saya dan rombongan tur menginap di sebuah homestay di kawasan Pantai Sendang Biru. Pantai ini berada di selatan kota Malang yang berjarak 69 Km dari pusat kota. Tarif menginap di kawasan ini cukup murah, sekitar Rp 150.000 per malam.
Pagi itu kami dijadwalkan akan menyeberang ke Pulau Sempu, untuk menikmati pantai Segara Anakan. Tarif menyeberang dengan perahu nelayan Rp 100.000 per perahu. Satu perahu dapat menampung hingga 10 penumpang.
Hanya dibutuhkan waktu 15 menit untuk sampai di Pulau Sempu. Untuk menuju surga tersembunyi di tengah pulau, kami masih harus trekking dengan medan yang cukup menantang selama 2-3 jam. Kami memutuskan untuk menyewa pemandu yang bisa mengantarkan kami ke tujuan. Kami patungan untuk membayar tarif yang diminta, yakni sebesar Rp 100.000. Tarif ini akan membengkak menjadi Rp 150.000 jika kami ingin lebih lama di Segara Anakan dan meminta dijemput di atas jam 15.00.
Rasa capek sehabis trekking langsung hilang begitu lihat birutnya laut Segara Anakan! (FOTO: Citra Putri)Rasa capek sehabis trekking langsung hilang begitu lihat birutnya laut Segara Anakan! (FOTO: Citra Putri)
Sepanjang trekking, kami melalui banyak rintangan, mulai dari tanjakan, turunan, hingga jalan setapak yang hanya bisa dilalui oleh satu orang. Untungnya siang itu sedang tidak hujan, kalau iya, wah, bisa lebih berat perjalanan kami. Bayangkan hutan bakau yang berlumpur dan tas yang bertambah berat karena basah. Belum lagi jalanan yang menjadi licin.
Setelah berjalan kaki selama hampir 3 jam, akhirnya kami sampai juga di Segara Anakan sekitar jam 12.30. Rasa capek dan pegal-pegal langsung hilang setelah melihat pemandangan di depan mata yang hanya bisa digambarkan oleh satu kata, “Ajiiiiiiibbb!!” 
Pasir putih yang membentang berpadu cantik dengan air laut yang biru. Kebetulan cuaca juga sedang cerah, jadi bagi yang berniat tanning tak perlu khawatir akan turun hujan.
Di ujung pantai ada karang berlubang dengan diameter 10 m. Lubang itulah yang mengalirkan air laut dari Samudera Hindia ke Pulau Sempu, jadi tak heran jika air pantai terasa dingin.
Banyak yang memutuskan untuk bermalam dan berkemah di tepi pantai Segara Anakan. (FOTO: CItra Putri)Banyak yang memutuskan untuk bermalam dan berkemah di tepi pantai Segara Anakan. (FOTO: Citra Putri)
Setelah puas bermain air dan berjemur, kami berkumpul untuk makan siang bersama. Tampaknya banyak wisatawan lain yang bermalam di sini. Terlihat dari tiga buah tenda yang berdiri di samping kami.
Tak terasa sudah jam 15.00, kami pun bersiap-siap kembali ke Sendang Biru sebelum hari mulai gelap. Bagi yang berniat kemari, dua hal yang perlu kalian ingat; bawa persediaan air minum yang cukup dan yang paling penting, bawa kantong plastik untuk menyimpan sampah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar